Aku adalah seseorang yang takut menikah.
Takut dalam banyak bentuk yang kadang sulit dijelaskan satu per satu. Takut karena merasa belum cukup. Takut mengecewakan, dan takut dikecewakan. Takut aku tidak mampu menjadi pasangan yang baik, takut pasanganku terluka oleh kekuranganku. Takut aku kelelahan di tengah jalan, takut salah memilih, takut menjalani peran yang belum benar-benar kumengerti. Terlalu banyak takut, sampai kadang aku sendiri bingung harus mulai dari mana.
Mungkin karena itu, bagiku pernikahan bukan sesuatu yang bisa dijalani sambil lalu. Aku memandangnya sebagai ikatan yang terlalu besar untuk diserahkan pada kesiapan setengah-setengah. Maka sebelum sampai ke sana, aku merasa perlu memahami terlebih dahulu, pernikahan seperti apa yang sebenarnya kuinginkan, dan nilai apa yang ingin kujaga di dalamnya.