Thursday, 2 March 2017

#GPU42 (Bagian 3)

Lanjutan #GPU42
Bagian 1 (16 - 29 Februari 2016) di sini
Bagian 2 (1 - 17 Maret 2016) di sini

#GPU42 Bagian 3 (15 - 28 Maret 2016)

18 Mar: Penulis buku GPU favoritmu (wanita)

19 Mar: Komik/novel grafis terbitan GPU favoritmu
Saya jarang baca komik :(

20 Mar: Buku kenangan dari orang tersayang yang diterbitkan GPU

86 karya Okky Madasari. 
Pemberian dari Ami, teman curhat-curhatan di dunia maya meski belum pernah bertatap muka sekalipun hehe

21 Mar: Biografi favoritmu yang diterbitkan GPU

Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela karya Tetsuko Kuroyanagi
Saya baca ini pas dulu SMA dan tentu saja di perpus sekolah tercintahhh.


#GPU42 (Bagian 2)

Lanjutan #GPU42
Bagian 1 (16 - 29 Februari 2016) di sini
Bagian 3 (18 - 28 Maret 2016) di sini

#GPU42 Bagian 2 (1 - 17 Maret 2016)

1 Mar: Foto buku GPU terakhir yang kamu beli 

The Hobbit karya J.R.R. Tolkien
Buku yang sudah lama terbit ini baru bisa saya beli kemarin-kemarin. Seneng banget akhirnya bisa nemu buku ini :3

2 Mar: Buku sastra GPU favoritmu

Maryam karya Okky Madasari
Ini termasuk karya sastra kan ya? Asli saya suka novel ini :3
Saya mulai jadi fans nya Mbak Okky dan pengen punya semua novel karangan beliau setelah temen yang saya kenal di dunia maya memperkenalkan saya pada novel 86 yang dia kasih dengan sukarela padakuh (seneng banget kalo ada yang ngasih buku tuh). Ternyata novel novel nya Mbak Okky itu luar biasaahhhh sekaliiiii.

3 Mar: Novel roman GPU favoritmu

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye
Bukunya sedang berkelana ke rumah teman-teman saya, dan hari ini entah sedang di rumah siapa jadi saya gabisa foto *hiks*

4 Mar: Foto buku GPU yang paling sering kamu baca

Seri fantasi ini.
Sebenernya bukan dibaca ulang semua. Cuman menelusuri kata-katanya lagi aja jadi bisa nostalgiaan mengenang isi cerita :D


#GPU42 (Bagian 1)

Karena sudah lama sekali saya tidak posting-posting (abisan gatau mau nulis apa), dan barusan keingetan kalo saya pernah ikutan kuis #GPU42 taun lalu. Jadi mari kita posting ulang lagi di sini. Meskipun gak menang seenggaknya dulu pas ikutan ini seru, pleus bisa menuh-menuhin postingan di sini :D 
Dulu saya ikutan kuisnya pake fb yang sudah almarhum di tutup facebok karena namanya yang terlalu absurd katanya. Padahal dulu mau pake nama apa aja ga di apa-apain. Mungkin karena sekarang makin banyak kejahatan gara-gara fb jadi begitulah. Yang jelas fb saya tempat menyebar ke absurdan(?) itu sudah almarhum sekarang *hiks*
Padahal saya gapernah ngelakuin kejahatan apapun pake fb itu. Gapernah aneh-aneh. Cuman namanya aja yang gak umum sama paling bikin status galau *lah*

Oke. Jadi kuis #GPU42 ini diadakan untuk menyambut ulang tahun GPU yang ke 42 :

Tantangan #GPU42
GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

Gramedia Pustaka Utama menantangmu untuk ikut #GPU42, sebuah rangkaian tantangan yang berlangsung selama 42 hari, mulai 16 Februari 2016 hingga 28 Maret 2016.

Program ini diselenggarakan dalam rangka menyambut ulang tahun Gramedia Pustaka Utama yang ke-42, dengan berbagai hadiah menarik untuk para pesertanya.

Yang harus kamu lakukan hanyalah menjawab tantangan sesuai tanggal di kalender, me-mention akun kami, dan menyertakan tagar #GPU42, di media pilihanmu (Twitter, Facebook, atau Instagram).


Pada pertengahan program (hari ke-21), kami akan memilih 4 peserta beruntung yang boleh memilih 4 buku GPU sebagai hadiah, ditambah 2 hadiah buku pilihan GPU. Sedangkan pada akhir program (hari ke-42), kami akan memilih 2 peserta yang paling konsisten menjawab tantangan kami, yang akan mendapatkan hadiah total 40 buku GPU dan 2 cinderamata keren dari Coup!

Ada juga kuis-kuis menarik di tanggal-tanggal tertentu! Jadi, pastikan kamu tidak ketinggalan program seru ini.

DAFTAR TANTANGAN #GPU42

Thursday, 9 February 2017

Kucing yang Bercengkrama

Sepasang kucing di hadapanku sedang asik bercengkrama. Mungkin sedang menikmati kesunyian di daerah sini. Keduanya berjalan beriringan, seolah sedang berkomunikasi lewat isyarat. Aku hanya tersenyum melihatnya dari sini, dari beranda rumah orang yang entah rumah siapa. Aku hanya ingin berdiam sebentar di sini, menjauh dari kebisingan dunia yang semakin menggila.

Sunday, 5 February 2017

Mungkin Langit Sedang Galau

Hari ini hujannya tak tentu. Sekejap turun hujan, beberapa menit kemudian reda lagi, lalu hujan lagi, kemudian reda. Begitu terus berulang-ulang. Apa langitnya mulai lelah menumpahkan air hujan? Atau cadangan hujannya sedang habis? Ah… atau mungkin sedang ia simpan untuk hujan nanti lagi. Aku tak tau, yang jelas, sedari tadi aku bolak balik memandang jendela memeriksa keadaan langit.

Monday, 26 December 2016

Apa Aku Bersalah Pada Waktu?

Segalanya dituntut serba cepat di sini. Dan aku pun begitu. Dituntut untuk terus cepat. Aku memang suka cepat, hanya saja ini berbeda dari cepat yang kuinginkan. Tik tok tik tok. Waktu seolah terus memburu. Apa ia mulai kesal padaku sehingga jalannya semakin cepat saja? Tapi aku tak tau apa yang membuatnya kesal. Apa aku minta maaf saja pada waktu? Siapa tau dia mau memaafkanku dan memperlambat jalannya.

Tuesday, 20 December 2016

Kabar

Selama tiga puluh menit ini, ruangan itu terasa sunyi. Menguarkan kepedihan pada setiap inci ruangan. Menghasilkan senyap yang ia ciptakan sendiri.

Seorang gadis remaja menelungkup lemah pada kasur kapuk lepet usang. Sesekali punggungnya bergetar seiring dengan isak tangis yang terdengar. Bulir air mata terus keluar selama hampir setengah jam ini, membasahi bantal lepetnya yang juga hampir usang.

Sebuah telepon genggam entah keluaran tahun berapa terus berdering hampir setiap lima menit sekali. Namun gadis itu tak menghiraukannya sedikitpun. Ia tetap bergeming dengan air mata yang terus mengalir tak bisa ia hentikan. Otaknya masih memikirkan kabar yang ia terima setengah jam lalu.

Tuesday, 6 December 2016

Bubur Daging

Tanganmu berdarah, aku takut sekali melihatnya. Apa kamu menyelamatkan kucing yang terluka lagi seperti kemarin-kemarin? Aku hanya cemas, kamu tau sendiri kan kalau aku takut darah. Kenapa kamu terus-terusan pulang dengan tangan berdarah sih? Aku hanya… cemas.

Ah iya... aku sudah buatkan bubur daging seperti yang selalu kamu inginkan.

Kamu... kenapa hanya tersenyum saja tanpa berkata apa-apa? Nanti selepas makan kamu ceritakan padaku apa yang terjadi. Oke?

Sunday, 27 November 2016

Di Kerangka Bangunan

Bangunan itu hanya tinggal kerangka, atau mungkin dari dulu memang hanya kerangka tak terselesaikan. Seorang wanita berkebaya kuning berdiri termangu di depannya. Menatap lumut-lumut pada dinding bata yang entah tinggal setengah atau baru terselesaikan setengah. Matanya menerawang. Entah merindukan kenangan masa lalu entah menyesalkan keadaan masa lalu. Ia tersenyum sekilas, lantas tangannya mengeluarkan setangkai bunga mawar kuning dari tas jinjing yang sedari tadi ia dekap. Ia letakkan perlahan mawar yang ia pegang di atas sebongkah batu di tengah kerangka bangunan. Bibirnya kembali menyunggingkan senyum sebelum langkah kakinya meninggalkan kerangka bangunan berlumut itu.

Wednesday, 16 November 2016

Fiksimini #4 : Bahasa Sunda

@aiobiobi

GUSTI.
Payuneun laut anjeuna nyarios ka abi, "Hayu urang sasarengan ka Gusti Nu Agung."

BEURANG.
Langit ting gorelap hurung. Dor-dar gelap ting gorowok. Ngaramekeun beurang ieu.

REUNGIT.
Niat na mah ameh apet meren, matak nepi ka nyium oge. Ngan anger we meunang panggebugan.

MALIKAN.
Niat na mah rek mere beja, tapi geuning kalah dibere beja. Atuh puguh wen manehna kalah ceurik lolongseran.

SONO.
Manehna kamari maa sampeu ka imah kuring. Ojol-ojol nanya, "Kumaha Damang?"
Gomawo~